Benda
bertuah
yang paling banyak dimiliki orang di jawa dan umum digunakan
sehari-hari adalah
batu akik. Pengertian batu akik adalah jenis-jenis batu perhiasan yang
nilai
kekerasannya berada di bawah batu permata dan tidak tergolong sebagai
batu permata. Di pulau Jawa juga ada banyak jenis-jenis batu mulia,
tetapi jenisnya adalah batu lokal, dan kadarnya lebih banyak disamakan
dengan kelas batu akik, tidak disamakan dengan batu permata yang mahal harganya. Batu-batu itu dimuliakan orang tidak seperti batu permata yang indah dan mahal harganya, tetapi disukai karena
bentuk fisik dan warnanya bagus (relatif bagi setiap orang), harganya relatif murah,
dan ada juga yang dianggap memiliki suatu kegaiban / tuah tertentu bagi
pemakainya yang disebut batu aji dan sebagiannya lagi sebenarnya adalah
batu mustika.
Pengertian
batu akik adalah jika kita memandang batu akik itu sebagai sebuah
batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan
mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah
kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka jenis ini sering disebut sebagai batu aji.
Tuah yang diharapkan dari sebuah batu akik adalah bisa memberikan aura atau pengaruh positif bagi si pemakai, baik pengaruh secara fisik maupun psikologis, seperti tuah untuk pengasihan,
keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, pengobatan / kesehatan, dan ketenangan hati. Kebanyakan batu
akik memberikan kegaiban
biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya.
Ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya
sangat tinggi, seperti batu anti cukur,
anti bacok, dsb, yang sebagian besar sebenarnya adalah sebuah mustika.
Penulis
tidak
akan membahas sisi kandungan gaib (sisi perkhodaman) dari batu akik,
karena kegaibannya tidak dapat
dikategorikan secara seragam, sehingga harus dilihat batunya satu per
satu. Tetapi secara alami sebuah batu dengan sendirinya sudah mengandung
suatu aura energi yang bagi manusia ada yang dirasakan bermanfaat
sehingga yang seperti itu disebut sebagai tuah dari sebuah batu dan
batunya disebut bertuah. Jika batu bertuah itu dihuni oleh sesosok gaib
(khodam), maka keberadaan gaib itu di dalam batunya akan memperkuat aura
energi / tuah batunya. Sifat-sifat sesosok gaib yang tinggal di dalam
sebuah batu biasanya sejalan dengan sifat-sifat batunya sehingga
pancaran energi dari si gaib akan memperkuat pancaran aura energi (tuah)
dari batunya.
Masing-masing batu secara alami mengandung hawa energi yang berpengaruh pada orang pemakainya. Batu akik yang memiliki tuah tinggi biasanya dominan berasal dari kegaiban sesosok mahluk halus di dalam batunya (batunya tidak kosong, ada "isinya"). Banyak batu
alam (batu mentah) yang
ketika masih dalam kondisi aslinya di alam tidak berpenghuni gaib,
tetapi setelah batunya dipotong-potong dan diasah, kemudian batunya
menjadi berisi mahluk halus (ada sesosok mahluk halus yang masuk menghuni batu itu).
Tetapi tidak semua batu akik dihuni sesosok gaib di dalamnya, dan
batu akik yang berpenghuni mahluk gaib di dalamnya pun tidak semuanya
memberikan tuah kepada manusia pemakainya, karena mahluk gaibnya mungkin
hanya sekedar tinggal saja di dalam batu tersebut, sehingga jika
diinginkan supaya sosok gaib di dalam batu itu memberikan tuahnya, maka
batunya harus lebih dulu di-"aktif"-kan kegaibannya dengan laku
tertentu, misalnya diwiridkan suatu amalan gaib dan diberi sesaji
tertentu secara rutin sebulan sekali.
Tuah
alami batu akik yang dinikmati oleh para pemakainya adalah
berasal dari hawa aura energi alami batunya, tetapi yang tuahnya besar
biasanya berasal dari kegaiban mahluk halus di dalamnya (batunya berkhodam). Sifat-sifat
sesosok gaib
yang tinggal di dalam sebuah batu biasanya sejalan dengan sifat-sifat
batunya, sehingga keberadaan mahluk gaibnya itu akan memperkuat aura
energi (tuah) dari batunya. Batu-batu yang seperti itu akan semakin kuat
tuahnya bila batunya diberikan sesajinya rutin sekali sebulan dan
diwiridkan amalan gaib untuk tuah yang sejalan dengan tuah alami
batunya. Kalau amalannya tidak sejalan atau berlawanan dengan tuah alami batunya, mungkin batunya malah jadi tidak bagus tuahnya, dan tuahnya tidak stabil.
Tetapi
ada banyak batu akik yang di dalamnya berisi gaib, tapi batunya sendiri
tidak memberikan tuah apa-apa, termasuk walaupun batunya sudah
diwiridkan amalan gaib. Mungkin jenis batunya sendiri tidak mengandung
aura tertentu yang bermanfaat bagi manusia, sehingga walaupun berisi
gaib, tuahnya tidak terbentuk dan tidak jelas apakah akan bermanfaat
bagi manusia, atau mungkin isi gaibnya hanya sekedar tinggal saja di
batu itu.
Dalam memilih batu akik, biasanya pemilihan warna merupakan faktor utama. Batunya sendiri adalah sebagai sarana menyimpan / menyalurkan energi / aura yang kekuatannya sebagai penyimpan / penyalur energi itu antara satu batu akik dengan batu akik lainnya berbeda-beda tergantung pada masing-masing jenis batunya, keaslian batunya, warnanya, bentuknya, ukuran besar-kecilnya, cara memakainya, dsb.
Selain
sisi gaibnya, masing-masing batu secara alami memiliki energi / aura
sendiri-sendiri yang pengaruhnya akan dirasakan sebagai positif atau
negatif tergantung pada kecocokkan si pemakai. Seseorang yang fisiknya
atau psikologisnya sangat sensitif, biasanya akan langsung dapat merasakan pengaruh dari batu cincin yang dipakainya, entah pengaruhnya itu baik ataupun tidak baik bagi dirinya. Pengaruh
baik atau tidak baik yang dirasakan setiap orang tidak sama, tergantung
kecocokkannya dengan batunya, sehingga pengaruh dari sebuah batu yang
sama akan dirasakan berbeda oleh setiap orang, tergantung kecocokkannya
masing-masing dengan batunya.
Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris dan Olah Rasa dan Kebatinan untuk mengetahui karakter aura energi batu-batu akik atau permata milik anda, atau apakah benda-benda anda tergolong sebagai mustika, atau untuk belajar mendeteksi apakah ada keberadaan mahluk gaib di dalam benda-benda tersebut, untuk mengetahui sifat-sifat karakter gaibnya (jika ada), kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.
Jenis batu dan sifatnya :
Jenis batu
yang warnanya padat (tidak tembus pandang / cahaya) lebih baik dalam menyerap dan
menyimpan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya
adalah :
- Pengaruh Positif
: lebih mantap dalam bersikap / berpendirian (tidak mudah goyah)
- Pengaruh Negatif
: terlalu kukuh pada pendirian, pikiran cepat penat.
- Pengaruh Positif
: kondisi tubuh terasa lebih stabil, bertenaga.
- Pengaruh Negatif
: tubuh sering terasa penat atau pegal.
Jenis batu yang berwarna bening (transparan tembus pandang / cahaya ) lebih baik dalam melepaskan / menyalurkan energi / aura. Bagi pemakainya, pengaruh yang dirasakan biasanya adalah :
- Pengaruh Positif
: lebih ceria, segar.
- Pengaruh Negatif
: sering lengah, kurang berhati-hati.
- Pengaruh Positif
: mudah mendapatkan ide-ide baru / ilham.
- Pengaruh Negatif
: kurang konsentrasi berpikir, mudah lupa.
Batu yang
berukuran cukup besar (relatif bagi setiap orang) biasanya lebih baik dalam
menyimpan / menyalurkan energi dibandingkan batu yang berukuran lebih kecil.
Batu alam
asli biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang lebih sejuk dibandingkan batu
masakan atau batu imitasi yang biasanya menyimpan / menyalurkan energi yang
berhawa lebih panas dan dapat menyebabkan panas dalam dan mudah lelah berpikir
/ stress.
Batu tua
(biasanya lebih mengkilap) biasanya menyimpan dan menyalurkan energi yang berhawa lebih
panas (hangat), dibandingkan batu muda
(batu muda
biasanya kurang mengkilap dibandingkan batu yang tua).
Batu yang lebih muda biasanya lebih baik dalam menyimpan dan menyalurkan energi yang sejuk, dibandingkan batu yang tua.
Batu
yang berbentuk bulat, lonjong atau setengah bola lebih baik dalam menyerap dan
menyimpan energi / aura. Batu yang bentuknya meruncing seperti asahan
berlian lebih baik dalam melepaskan energi / aura.
Cara Memakai Cincin :
Kenakan di tangan kanan bila hanya mengenakan satu cincin batu.
Jika mengenakan 2 cincin batu (masing-masing tangan kanan dan kiri memakai cincin batu), maka :
- Cincin batu yang karakternya keras dikenakan di tangan kanan, seperti yang tuahnya untuk kekuatan,
kegagahan, kewibawaan, kepangkatan, kemantapan berpikir / bersikap, dsb.
- Cincin batu yang karakternya halus dikenakan di tangan kiri, seperti yang untuk kecantikan / keindahan,
kesehatan, ketenangan hati dan pikiran, kesegaran berpikir, keceriaan, kerejekian dan pengasihan.
(Khusus untuk cincin batu akik yang berkhodam jin laki-laki kekar telanjang dada yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cincinnya harus dipakai di tangan kanan. Pantang baginya diposisikan di sebelah kiri).
Jika mengenakan 2 cincin batu (masing-masing tangan kanan dan kiri memakai cincin batu), maka :
- Cincin batu yang karakternya keras dikenakan di tangan kanan, seperti yang tuahnya untuk kekuatan,
kegagahan, kewibawaan, kepangkatan, kemantapan berpikir / bersikap, dsb.
- Cincin batu yang karakternya halus dikenakan di tangan kiri, seperti yang untuk kecantikan / keindahan,
kesehatan, ketenangan hati dan pikiran, kesegaran berpikir, keceriaan, kerejekian dan pengasihan.
(Khusus untuk cincin batu akik yang berkhodam jin laki-laki kekar telanjang dada yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cincinnya harus dipakai di tangan kanan. Pantang baginya diposisikan di sebelah kiri).
Memilih Ikatan (emban) Cincin :
- Berbahan emas. Menyalurkan hawa panas yang halus. Baik untuk menambah kesegaran pikiran /
semangat, keceriaan, aura wajah lebih bersinar, dan menambah kharisma.
Batu cincin berwarna gelap akan terlihat kontras dan harmonis bila diikat dengan cincin berbahan emas.
Ikatan cincin berbahan emas 22 karat atau lebih tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura
kekuatan / panas, karena ikatannya akan mudah kendor (dikhawatirkan batunya lepas dan jatuh).
Bahan emas ini juga kurang cocok untuk batu aji yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan, karena
bahan emas itu dapat meredam / mengurangi "power"nya atau kegalakannya.
- Berbahan emas swasa (14 atau 15 karat). Bersifat kombinasi antara ikatan cincin berbahan emas dan baja.
Bahan emas 14 atau 15 karat cukup baik untuk ikatan cincin, ikatannya tidak mudah kendor.
Sebaiknya emasnya dipilih yang 14 karat, maksimal 18 karat. Kalau lebih dari itu biasanya logam emasnya
lebih lunak, sehingga dikhawatirkan ikatan batunya mudah kendor dan batunya lepas / jatuh (terutama
untuk mengikat batu cincin berkhodam). Bahan emas ini sebaiknya tidak digunakan untuk mengikat batu aji
yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan.
- Berbahan perak. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Menambah kesejukan.
Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi bulan purnama, sejuk, baik untuk
kesehatan dan memperkuat aura wajah. Tetapi bahan perak ini memerlukan perawatan yang lebih karena
bahannya mudah kusam, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.
- Berbahan perak yang disepuh / dilapis emas, bersifat kombinasi antara cincin berbahan emas dan perak.
- Berbahan baja putih (monel, stainless) bersifat netral. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
maupun yang beraura kekuatan / panas. Bila digunakan untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
akan menambah kesejukannya. Bahan baja putih ini juga baik untuk digunakan mengikat batu aji yang
bertuah untuk kekuatan atau kekebalan.
- Berbahan kuningan, menyalurkan hawa panas juga tetapi tidak sekuat emas. Kurang baik untuk kesehatan,
dapat menyebabkan mudah masuk angin, panas dalam dan kepala terasa berat / pusing. Bahannya mudah
kusam berkarat, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.
semangat, keceriaan, aura wajah lebih bersinar, dan menambah kharisma.
Batu cincin berwarna gelap akan terlihat kontras dan harmonis bila diikat dengan cincin berbahan emas.
Ikatan cincin berbahan emas 22 karat atau lebih tidak cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura
kekuatan / panas, karena ikatannya akan mudah kendor (dikhawatirkan batunya lepas dan jatuh).
Bahan emas ini juga kurang cocok untuk batu aji yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan, karena
bahan emas itu dapat meredam / mengurangi "power"nya atau kegalakannya.
- Berbahan emas swasa (14 atau 15 karat). Bersifat kombinasi antara ikatan cincin berbahan emas dan baja.
Bahan emas 14 atau 15 karat cukup baik untuk ikatan cincin, ikatannya tidak mudah kendor.
Sebaiknya emasnya dipilih yang 14 karat, maksimal 18 karat. Kalau lebih dari itu biasanya logam emasnya
lebih lunak, sehingga dikhawatirkan ikatan batunya mudah kendor dan batunya lepas / jatuh (terutama
untuk mengikat batu cincin berkhodam). Bahan emas ini sebaiknya tidak digunakan untuk mengikat batu aji
yang bertuah untuk kekuatan atau kekebalan.
- Berbahan perak. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut. Menambah kesejukan.
Bila berada di bawah sinar bulan purnama, dapat menyerap energi bulan purnama, sejuk, baik untuk
kesehatan dan memperkuat aura wajah. Tetapi bahan perak ini memerlukan perawatan yang lebih karena
bahannya mudah kusam, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.
- Berbahan perak yang disepuh / dilapis emas, bersifat kombinasi antara cincin berbahan emas dan perak.
- Berbahan baja putih (monel, stainless) bersifat netral. Cocok untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
maupun yang beraura kekuatan / panas. Bila digunakan untuk mengikat batu cincin yang beraura lembut
akan menambah kesejukannya. Bahan baja putih ini juga baik untuk digunakan mengikat batu aji yang
bertuah untuk kekuatan atau kekebalan.
- Berbahan kuningan, menyalurkan hawa panas juga tetapi tidak sekuat emas. Kurang baik untuk kesehatan,
dapat menyebabkan mudah masuk angin, panas dalam dan kepala terasa berat / pusing. Bahannya mudah
kusam berkarat, apalagi bila terkena sesuatu yang bersifat asam.
Beberapa jenis batu akik dan potensi pengaruhnya sbb :
- Batu Giok (giok cina ataupun giok lokal). Membuat
hati bertambah tenang dan tentram.
Batu giok ada yang berwarna hijau, coklat dan hitam.
Batu giok muda hijau dapat menyerap energi negatif tubuh dan membantu menetralisir panas dalam, sehingga tubuh dan pikiran pemakainya menjadi lebih sehat.
Dibandingkan batu giok tua, batu giok muda yang berwarna hijau muda keputihan lebih kuat dalam menyerap energi negatif tubuh dan membersihkan aura wajah. Ada beberapa batu giok muda keputihan yang ketika menyerap energi negatif orang pemakainya, batu itu akan berubah warnanya menjadi lebih gelap dan kusam.
Bila batu cincin / kalung giok secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu kerejekian, pengasihan dan keteduhan hati (tetapi batu giok hiasan rumah atau yang berasal dari tarikan gaib atau yang berasal dari penemuan benda antik atau penggalian harta karun, biasanya berisi mahluk jin berbulu hitam yang energinya negatif bagi kesehatan manusia dan tidak bertuah). - Batu Biduri Bulan. Berwarna putih transparan, memantulkan warna putih kebiruan bila terkena cahaya. Membantu aura tubuh dan wajah menjadi lebih bersih, cerah dan bersinar dan memancarkan aura pengasihan. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu pengasihan.
- Batu Anggur. Umumnya berwarna putih transparan dan di dalamnya ada seperti kabut putih. Menambah ketenangan hati dan pengasihan.
- Batu Merah Siam. Yang berwarna bening merah terang dapat menambah semangat, keceriaan dan kesegaran berpikir. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu kerejekian, pengasihan dan kesegaran hati dan pikiran.
- Batu Merah Siam Rose (batu siam merah keunguan atau merah jambu). Memperkuat rasa kasih kepada orang lain. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu kerejekian dan pengasihan.
- Batu Akik Hitam. Menambah kemantapan bersikap, menambah kesan gagah dan berwibawa. Yang bagus adalah yang batunya tua (mengkilap dan ster-nya jelas terlihat). Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu stamina dan kekuatan badan / berkelahi. Tetapi bila kondisi orangnya terlalu sensitif, batu hitam itu bisa membuat tubuh terasa pegal / penat dan pikiran terasa penat / butek.
- Batu Badar.
- Batu Yaman. Berwarna coklat gelap atau hitam, tetapi berwarna kemerahan bila ditembusi sinar. Menambah kemantapan bersikap.
Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu yaman dan batu-batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek). - Batu Kecubung Asihan.
Batu kecubung asihan berwarna ungu terang memberikan pengaruh pengasihan yang lebih kuat daripada yang berwarna ungu gelap.
Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya biasanya tuah alaminya :
Batu kecubung yang batunya muda berwarna ungu terang menambah ketentraman hati dan memancarkan aura pengasihan (membuat orang pemakainya dikasihi oleh orang lain) dan membantu kerejekian.
Batu kecubung yang berwarna ungu gelap kebanyakan berfungsi untuk membantu kepangkatan / karir. - Batu Es / Kristal. Menambah ketenangan hati dan pikiran.
- Batu Kalimaya.
Batunya warna dasarnya bisa apa saja dan akan memantulkan sinar
warna-warni bila terkena cahaya matahari. Menambah rasa percaya diri.
Hawa energinya agak panas.
Jenis batu ini biasanya kosong tidak dihuni gaib / khodam. - Batu Sulaiman. Untuk ketentraman batin, menambah karisma keagunggan.
- Batu Mata Kucing (cat eye / tiger eye). Menambah keberanian dan rasa
percaya diri.
Umumnya berhawa aura agak panas dan tajam, apalagi yang batunya adalah imitasi atau masakan. Bagi yang cocok dengan batunya, energi batunya yang agak panas itu bisa dirasakan membuat pikiran segar dan tubuh terasa bertenaga, lebih berani dan percaya diri.
Bagi yang tidak cocok, atau yang tubuhnya sensitif, energi batunya yang agak panas dan tajam itu dapat menyebabkan panas dalam, memudahkan masuk angin, radang tenggorokan dan kerontokan rambut. Jenis batu ini biasanya kosong tidak dihuni gaib / khodam.
(Hati-hati, banyak batu mata kucing masakan dan imitasi). - Batu Zamrud. Berwarna hijau
daun sampai hijau tua. Sejuk dan teduh di hati.
Batu hijau zamrud baik untuk semua orang. Auranya adem, meneduhkan hati dan memberikan aura yang baik untuk kerejekian.
Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu kerejekian dan keteduhan hati. - Batu Pirus. Yang bagus adalah yang berwarna biru dan gambar uratnya berwarna emas. Urat emasnya rapi dan baik keindahannya. Menambah karisma wibawa dan kesepuhan. Cocok untuk orang-orang tua. Bagi yang tidak cocok dengan batunya, kepala bisa terasa berat / penat.
- Batu Aquamarine. Biru bening. Sejuk, berbelas-kasih.
- Batu Ruby. Menumbuhkan dan menjaga rasa cinta. Bila batunya secara alami berisi gaib di dalamnya, biasanya tuah alaminya adalah membantu pengasihan.
- Batu Kinyang Air. Sejuk di hati.
- Batu Tapak Jalak. Untuk kekuatan badan. Mengeluarkan aura panas yang menyebabkan pemakainya menjadi mudah marah, disegani dan dijauhi orang (yang persilangan cincinnya tebal dan menonjol keluar). Baca juga tentang tapak jalak di tulisan berjudul : Mustika.
- Batu Madu. Berwarna coklat madu tembus sinar. Bagi orang-orang yang sensitif, jenis batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).
- Batu Combong, yaitu batu yang mempunyai lubang alami yang tembus dari atas sampai ke bagian bawah batunya. Tetapi banyak batu akik combong yang aslinya bukanlah batu combong, karena combongnya itu adalah hasil rekayasa si pengasah batu. Banyak orang meyakini batu combong berkasiat pengasihan dan bisa untuk pelet, walaupun Penulis seringkali tidak menemukan kebenarannya.
Sebagai catatan, pengaruh dan hawa aura energi batu-batu yang disebut di atas adalah yang bersifat alami dari batunya. Seandainya batu-batu tersebut ada berpenghuni gaib di dalamnya (berkhodam), mungkin kemudian hawa energi batu tersebut akan berubah, bisa semakin kuat pengaruhnya, bisa juga menjadi tidak sama lagi dengan aslinya, karena adanya pengaruh aura energi dari keberadaan sesosok gaib di dalamnya.
Tuah
yang alami dari batu akik yang dinikmati oleh para pemakainya adalah
berasal dari hawa aura energi alami batunya, tetapi batu akik yang tuahnya besar
biasanya berasal dari kegaiban mahluk halus di dalamnya. Sifat-sifat karakter sesosok gaib
yang tinggal di dalam sebuah batu biasanya sejalan dengan sifat-sifat
batunya, sehingga keberadaan mahluk gaibnya itu akan memperkuat aura energi (tuah) dari batunya.
Batu-batu yang seperti itu akan semakin kuat tuahnya bila batunya
rutin diberikan sesajinya sebulan sekali dan diwiridkan amalan gaib untuk tuah yang sejalan
dengan tuah alami batunya. Kalau amalannya tidak sejalan atau berlawanan dengan tuah alami batunya, mungkin batunya malah menjadi tidak bagus tuahnya, dan tidak stabil tuahnya.
Umumnya
sesosok gaib / khodam di dalam sebuah batu akik tidak otomatis
memberikan tuahnya ketika batunya dipakai / dimiliki. Yang diterima oleh
pemakainya hanyalah hawa aura energi asli batunya. Khodamnya itu baru
bertuah sesudah rutin diberikan sesajinya, misalnya batunya dioleskan
misik putih atau jafaron setiap bulan, dan selalu dipakai, barulah
khodamnya memberikan tuahnya. Khodam batu akik tidak menjadi khodam
pendamping, tetap berdiam di dalam batunya, sehingga batunya harus
selalu dibawa / dipakai untuk bisa dinikmati tuahnya.
Jadi
kalau anda sudah mempunyai batu-batu seperti jenis-jenis di atas, dan
batunya berkhodam, kalau diinginkan tuahnya batunya harus diberikan
sesajinya sebulan sekali, misalnya dioleskan misik putih sebulan sekali,
dan selalu dipakai. Jika ingin diwiridkan amalan gaib untuk memperkuat
tuahnya, sebaiknya amalannya yang sejalan dengan sifat-sifat alami /
tuah batunya seperti dituliskan di atas. Yang tuahnya untuk kerejekian,
amalannya juga yang untuk kerejekian. Yang untuk pengasihan, amalannya
juga yang untuk pengasihan. Yang untuk kekuatan, amalannya juga yang
untuk kekuatan. Dan khodamnya itu tidak
menjadi khodam pendamping, tetap berdiam di dalam batunya, sehingga
batunya harus selalu dibawa / dipakai supaya tuahnya bisa dinikmati.
Seringkali
orang mengkoleksi / memakai batu akik adalah bukan hanya karena
keindahan atau kecocokkannya dengan batunya, tetapi karena ada tuah
tertentu yang diharapkan dan banyak juga yang khusus meminta atau membeli batu akik
dari orang pinter atau paranormal. Jenis kegaiban (tuah) yang
sering dipercaya orang diberikan oleh batu akik adalah tuah untuk pengasihan,
penglaris dagangan, keselamatan, kekuatan tubuh dan pukulan, dan kerejekian. Bagi pemakainya, batu-batu tersebut dimiliki bukan hanya sebagai benda koleksi atau dipakai sebagai pemanis, tetapi juga sebagai jimat.
Kebanyakan batu akik secara alami memberikan kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Yang tuahnya kuat biasanya sudah diwiridkan amalan gaib. Tetapi ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti batu anti cukur, anti bacok / tusuk senjata tajam, dsb.
Khodam dari sebuah batu akik biasanya tetap berdiam di dalam bendanya, tidak menjadi khodam pendamping, sehingga untuk mendapatkan tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa. Jika ada sebuah batu akik yang dikatakan bertuah penjagaan gaib, umumnya batu akik itu tidak sungguh-sungguh bertuah penjagaan gaib, jarang sekali ada batu akik yang bertuah penjagaan gaib, umumnya hanya memberikan tuah kekuatan badan saja dan membantu ketahanan tubuh terhadap serangan gaib. Khodam batu akik tidak aktif untuk fungsi penjagaan gaib, tidak seperti khodam ilmu / pendamping atau khodam pusaka yang khodamnya menjadi khodam pendamping.
Cara menilai kecocokkan sebuah batu dengan seseorang, yang mudah adalah dengan meminjam pakai cincin batu milik teman, dirasakan kecocokkannya, dirasakan apakah hawa auranya terasa nyaman. Setelah itu mungkin bisa mencari batu cincin yang sejenis dengan cincin itu jika dirasa cocok.
Dalam memilih batu akik biasanya orang memilihnya berdasarkan warna batunya, ukurannya, kilauan sinar mengkilapnya atau harapan tuahnya. Tetapi selain faktor-faktor tersebut sebaiknya diperhatikan juga unsur manfaat dalam memakainya.
Misalnya, orang yang berpembawaan keras dan panas, emosional dan yang keras bersikukuh dengan pemikiran dan pendapatnya sendiri, mungkin akan lebih baik jika ia memakai batu yang berhawa aura teduh supaya berkurang temperamentalnya, lebih fleksibel dan lebih baik dalam hubungan sosial dan jalan kerejekiannya. Orang-orang yang karakternya kurang bersemangat, kurang mantap pendiriannya dan kurang gigih dalam berusaha, mungkin lebih cocok memakai batu yang berhawa aura agak panas untuk menambah semangat dan untuk menambah kekerasan dalam bersikap, berpendirian dan dalam mengambil keputusan.
Batu-batu yang auranya keras dan panas seperti batu tapak jalak sebaiknya tidak dipakai dalam sehari-hari aktivitas anda berkerejekian, kecuali pekerjaan anda berhubungan dengan kekerasan, seperti menjadi sekuriti, polisi atau tentara. Aura keras dan panasnya itu bisa membuat tidak nyaman suasana pergaulan dan hubungan dengan orang lain yang itu bisa juga membuat kehadiran anda tidak disukai di lingkungan kerja, apalagi kalau pekerjaan anda adalah berdagang, sales atau marketing yang anda harus membuat orang lain merasa nyaman berhubungan dengan anda.
Batu-batu yang tuahnya untuk kekuatan berkelahi, jika anda tidak sering berkelahi, maka tuahnya itu akan terbatas manfaatnya untuk anda, apalagi kalau ternyata seumur hidup anda tidak pernah berkelahi.
Untuk dipakai sehari-hari berkerejekian lebih baik memakai batu berwarna hijau seperti hijau jamrud, atau yang merah seperti merah siam terang, atau batu lain yang bertuah untuk membantu kerejekian. Atau memakai yang tuahnya untuk menambah kewibawaan saja supaya anda dihormati tidak disepelekan
Pengertian istilah batu akik adalah jika kita memandang batu akik sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka batu akik ini disebut sebagai batu aji.
Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah) atau pun jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris).
Untuk mempelajari sifat-sifat dan sisi kegaiban batu akik dan yang bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seseorang dapat digunakan cara menayuh yang serupa seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.
Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan juga sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan resiko negatif dari keberadaannya. Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan Pembersihan Gaib (baca juga : Sesaji Untuk Benda Gaib dan Pembersihan Gaib 2).
Secara umum, dengan kepekaan rasa, dan dari pengalaman mempelajari kegaiban batu akik, hanya dengan melihat bentuk fisik sebuah batu akik saja kita bisa memperkirakan isi sosok gaib yang menghuni di dalamnya dan tuahnya, jika ada, tetapi ini hanya berlaku untuk batu akik yang secara alami berpenghuni gaib di dalamnya, bukan untuk batu-batu / jimat isian.
Ada batu-batu tertentu yang masih muda umurnya, biasanya ditandai dengan permukaan batunya yang tidak mengkilap. Biasanya warnanya padat, tidak bening transparan dan tidak tembus sinar. Walaupun sesudah diasah batunya bisa mengkilap, tetapi mengkilapnya tidak cukup bagus.
Jenis-jenis batu muda ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib, tetapi kebanyakan mahluk halus tidak betah tinggal di dalam jenis batu muda sehingga jenis batu muda ini tidak cocok untuk dijadikan jimat isian. Batu-batu yang masih muda ini, jika secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah mahluk halus kelas bawah dan yang kekuatannya rendah. Kebanyakan isinya adalah jenis kuntilanak, bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak dan bangsa jin berbulu hitam. Mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi biasanya tidak mau tinggal di batu-batu yang masih sangat muda, mereka lebih suka batu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua.
Ada batu-batu tertentu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua, bening tembus sinar, biasanya permukaan batunya mengkilap bagus sesudah diasah. Walaupun batunya mengkilap, tetapi ster-nya tidak kelihatan (mengkilap tapi tidak ada ster-nya). Jenis batu ini mudah untuk menyimpan energi (jika ingin diisi energi atau khodam). Jenis batu ini disukai oleh banyak mahluk halus. Bila sudah berbentuk batu cincin jenis-jenis batu (akik) ini biasanya di dalamnya sudah langsung berpenghuni gaib. Karena itu bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam lain.
Ada batu-batu tertentu yang sudah sangat tua umurnya, biasanya batunya bening transparan tembus sinar. Jika sudah diasah batunya akan mengkilap bagus dan banyak yang muncul garis ster-nya, ada yang ster-nya 4 garis, 5 garis, 6 garis. Jenis batu yang sangat tua seperti itu kurang bagus untuk menyimpan energi dan tidak ada (sedikit sekali) mahluk gaib betah tinggal disitu. Jika batu-batu itu secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah jenis bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak
Jadi kalau anda menginginkan batu-batu yang tidak berpenghuni gaib seharusnya anda memilih batu-batu tua seperti di atas, atau memilih jenis-jenis batu permata yang batunya sudah sangat tua. Tetapi jika menginginkan batu-batu yang berkhodam, atau nantinya akan diisi energi atau khodam, seharusnya memilih batu-batu yang umurnya sudah cukup tua, tetapi tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (dikira-kira). Tetapi uraian di atas bukanlah sesuatu yang pasti, karena untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang sebenarnya haruslah dengan cara diperiksa satu per satu batunya.
Jenis-jenis batu kalimaya, mata kucing atau batu-batu lain yang batunya tua dan jenis-jenis batu masakan dan imitasi biasanya tidak berpenghuni gaib dan tidak ada sesosok gaib yang merasa cocok / betah untuk tinggal di dalamnya. Jika pun batu-batu itu sengaja diisi gaib kemungkinannya sosok gaibnya itu akan pergi lagi, tidak betah tinggal disitu. Jadi bila anda memiliki jenis-jenis batu itu biasanya batunya kosong tidak berkhodam dan bila anda berniat mengisikan khodam ke dalam sebuah batu sebaiknya tidak menggunakan jenis-jenis batu tua seperti itu dan tidak juga yang imitasi atau masakan.
Bagi yang hobi mengkoleksi batu akik, mungkin bisa juga mengumpulkan batu-batu mentahnya untuk diasah menjadi batu cincin. Bagi yang awam dan yang belum biasa mengasah batu mentah menjadi batu cincin, mungkin tidak mengerti jenis-jenis batu yang cocok untuk dijadikan batu cincin. Sebagai petunjuk awal, batu-batu yang cukup tua dan yang dalam kondisi basah batunya mengkilat memantulkan sinar matahari biasanya cukup baik untuk diasah dijadikan batu cincin.
Kebanyakan batu akik secara alami memberikan kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Yang tuahnya kuat biasanya sudah diwiridkan amalan gaib. Tetapi ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti batu anti cukur, anti bacok / tusuk senjata tajam, dsb.
Khodam dari sebuah batu akik biasanya tetap berdiam di dalam bendanya, tidak menjadi khodam pendamping, sehingga untuk mendapatkan tuahnya bendanya harus selalu dipakai / dibawa. Jika ada sebuah batu akik yang dikatakan bertuah penjagaan gaib, umumnya batu akik itu tidak sungguh-sungguh bertuah penjagaan gaib, jarang sekali ada batu akik yang bertuah penjagaan gaib, umumnya hanya memberikan tuah kekuatan badan saja dan membantu ketahanan tubuh terhadap serangan gaib. Khodam batu akik tidak aktif untuk fungsi penjagaan gaib, tidak seperti khodam ilmu / pendamping atau khodam pusaka yang khodamnya menjadi khodam pendamping.
Cara menilai kecocokkan sebuah batu dengan seseorang, yang mudah adalah dengan meminjam pakai cincin batu milik teman, dirasakan kecocokkannya, dirasakan apakah hawa auranya terasa nyaman. Setelah itu mungkin bisa mencari batu cincin yang sejenis dengan cincin itu jika dirasa cocok.
Dalam memilih batu akik biasanya orang memilihnya berdasarkan warna batunya, ukurannya, kilauan sinar mengkilapnya atau harapan tuahnya. Tetapi selain faktor-faktor tersebut sebaiknya diperhatikan juga unsur manfaat dalam memakainya.
Misalnya, orang yang berpembawaan keras dan panas, emosional dan yang keras bersikukuh dengan pemikiran dan pendapatnya sendiri, mungkin akan lebih baik jika ia memakai batu yang berhawa aura teduh supaya berkurang temperamentalnya, lebih fleksibel dan lebih baik dalam hubungan sosial dan jalan kerejekiannya. Orang-orang yang karakternya kurang bersemangat, kurang mantap pendiriannya dan kurang gigih dalam berusaha, mungkin lebih cocok memakai batu yang berhawa aura agak panas untuk menambah semangat dan untuk menambah kekerasan dalam bersikap, berpendirian dan dalam mengambil keputusan.
Batu-batu yang auranya keras dan panas seperti batu tapak jalak sebaiknya tidak dipakai dalam sehari-hari aktivitas anda berkerejekian, kecuali pekerjaan anda berhubungan dengan kekerasan, seperti menjadi sekuriti, polisi atau tentara. Aura keras dan panasnya itu bisa membuat tidak nyaman suasana pergaulan dan hubungan dengan orang lain yang itu bisa juga membuat kehadiran anda tidak disukai di lingkungan kerja, apalagi kalau pekerjaan anda adalah berdagang, sales atau marketing yang anda harus membuat orang lain merasa nyaman berhubungan dengan anda.
Batu-batu yang tuahnya untuk kekuatan berkelahi, jika anda tidak sering berkelahi, maka tuahnya itu akan terbatas manfaatnya untuk anda, apalagi kalau ternyata seumur hidup anda tidak pernah berkelahi.
Untuk dipakai sehari-hari berkerejekian lebih baik memakai batu berwarna hijau seperti hijau jamrud, atau yang merah seperti merah siam terang, atau batu lain yang bertuah untuk membantu kerejekian. Atau memakai yang tuahnya untuk menambah kewibawaan saja supaya anda dihormati tidak disepelekan
Pengertian istilah batu akik adalah jika kita memandang batu akik sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya), maka batu akik ini disebut sebagai batu aji.
Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah) atau pun jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris).
Untuk mempelajari sifat-sifat dan sisi kegaiban batu akik dan yang bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seseorang dapat digunakan cara menayuh yang serupa seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.
Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan juga sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan resiko negatif dari keberadaannya. Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan Pembersihan Gaib (baca juga : Sesaji Untuk Benda Gaib dan Pembersihan Gaib 2).
Secara umum, dengan kepekaan rasa, dan dari pengalaman mempelajari kegaiban batu akik, hanya dengan melihat bentuk fisik sebuah batu akik saja kita bisa memperkirakan isi sosok gaib yang menghuni di dalamnya dan tuahnya, jika ada, tetapi ini hanya berlaku untuk batu akik yang secara alami berpenghuni gaib di dalamnya, bukan untuk batu-batu / jimat isian.
Ada batu-batu tertentu yang masih muda umurnya, biasanya ditandai dengan permukaan batunya yang tidak mengkilap. Biasanya warnanya padat, tidak bening transparan dan tidak tembus sinar. Walaupun sesudah diasah batunya bisa mengkilap, tetapi mengkilapnya tidak cukup bagus.
Jenis-jenis batu muda ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib, tetapi kebanyakan mahluk halus tidak betah tinggal di dalam jenis batu muda sehingga jenis batu muda ini tidak cocok untuk dijadikan jimat isian. Batu-batu yang masih muda ini, jika secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah mahluk halus kelas bawah dan yang kekuatannya rendah. Kebanyakan isinya adalah jenis kuntilanak, bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak dan bangsa jin berbulu hitam. Mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi biasanya tidak mau tinggal di batu-batu yang masih sangat muda, mereka lebih suka batu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua.
Ada batu-batu tertentu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua, bening tembus sinar, biasanya permukaan batunya mengkilap bagus sesudah diasah. Walaupun batunya mengkilap, tetapi ster-nya tidak kelihatan (mengkilap tapi tidak ada ster-nya). Jenis batu ini mudah untuk menyimpan energi (jika ingin diisi energi atau khodam). Jenis batu ini disukai oleh banyak mahluk halus. Bila sudah berbentuk batu cincin jenis-jenis batu (akik) ini biasanya di dalamnya sudah langsung berpenghuni gaib. Karena itu bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam lain.
Ada batu-batu tertentu yang sudah sangat tua umurnya, biasanya batunya bening transparan tembus sinar. Jika sudah diasah batunya akan mengkilap bagus dan banyak yang muncul garis ster-nya, ada yang ster-nya 4 garis, 5 garis, 6 garis. Jenis batu yang sangat tua seperti itu kurang bagus untuk menyimpan energi dan tidak ada (sedikit sekali) mahluk gaib betah tinggal disitu. Jika batu-batu itu secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi gaibnya adalah jenis bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak
Jadi kalau anda menginginkan batu-batu yang tidak berpenghuni gaib seharusnya anda memilih batu-batu tua seperti di atas, atau memilih jenis-jenis batu permata yang batunya sudah sangat tua. Tetapi jika menginginkan batu-batu yang berkhodam, atau nantinya akan diisi energi atau khodam, seharusnya memilih batu-batu yang umurnya sudah cukup tua, tetapi tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (dikira-kira). Tetapi uraian di atas bukanlah sesuatu yang pasti, karena untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang sebenarnya haruslah dengan cara diperiksa satu per satu batunya.
Jenis-jenis batu kalimaya, mata kucing atau batu-batu lain yang batunya tua dan jenis-jenis batu masakan dan imitasi biasanya tidak berpenghuni gaib dan tidak ada sesosok gaib yang merasa cocok / betah untuk tinggal di dalamnya. Jika pun batu-batu itu sengaja diisi gaib kemungkinannya sosok gaibnya itu akan pergi lagi, tidak betah tinggal disitu. Jadi bila anda memiliki jenis-jenis batu itu biasanya batunya kosong tidak berkhodam dan bila anda berniat mengisikan khodam ke dalam sebuah batu sebaiknya tidak menggunakan jenis-jenis batu tua seperti itu dan tidak juga yang imitasi atau masakan.
Bagi yang hobi mengkoleksi batu akik, mungkin bisa juga mengumpulkan batu-batu mentahnya untuk diasah menjadi batu cincin. Bagi yang awam dan yang belum biasa mengasah batu mentah menjadi batu cincin, mungkin tidak mengerti jenis-jenis batu yang cocok untuk dijadikan batu cincin. Sebagai petunjuk awal, batu-batu yang cukup tua dan yang dalam kondisi basah batunya mengkilat memantulkan sinar matahari biasanya cukup baik untuk diasah dijadikan batu cincin.
Bagi
yang berminat mencari batu-batu akik mentah, sambil piknik berwisata,
anda dapat mencarinya di daerah pegunungan berbatu atau di bagian hulu
sungai.
Batu Mentah.
Contoh gambar batu mentah, yang sebelah kiri adalah bahan untuk membuat batu akik es (berwarna putih bening transparan), dan yang sebelah kanan adalah bahan untuk membuat batu akik kecubung bintang (setelah jadi, batu cincinnya berwarna hitam bening dan bila diterawang ada bintik-bintik putih di dalamnya seperti melihat bintang-bintang di malam hari).
Contoh gambar batu mentah, yang sebelah kiri adalah bahan untuk membuat batu akik es (berwarna putih bening transparan), dan yang sebelah kanan adalah bahan untuk membuat batu akik kecubung bintang (setelah jadi, batu cincinnya berwarna hitam bening dan bila diterawang ada bintik-bintik putih di dalamnya seperti melihat bintang-bintang di malam hari).
Batu yang sudah dipotong-potong
dan dibentuk
Dalam proses pembuatannya, batu mentah itu akan dipotong-potong tipis kira-kira seukuran tebal dan lebar batu cincinnya. Potongan batu mentah itu kemudian diasah menggunakan gerinda batu untuk dibentuk lagi menjadi batu cincin. Setelah menjadi berbentuk batu cincin, akan diasah lagi menggunakan potongan bambu atau langsung digosok menggunakan kertas yang mengandung serbuk intan untuk menjadikan batunya mengkilat.
Kebanyakan batu mentah ketika kondisinya belum diasah, masih dalam bentuk bahan mentah, biasanya kosong tidak berisi gaib, tidak berkhodam. Tetapi sesudah batunya diasah menjadi batu cincin kemudian banyak yang batunya itu di dalamnya dihuni gaib dan menjadi khodamnya.
Karena itu anda bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam.
Ada juga penggemar batu akik yang sengaja mencari batu-batu yang memiliki corak gambar tertentu yang unik dan sengaja dicari yang gambarnya khusus, ada yang gambarnya seperti ular naga, keris, semar, gunung, kuntilanak, pocong, orang sedang sholat, tulisan arab, dsb. Posisi gambarnya bisa di bagian luar batunya, bisa juga di bagian dalamnya. Sesudah itu barulah batunya dibentuk dengan posisi gambarnya mencolok kelihatan. Gambar-gambar yang seperti itu sering dengan sengaja dicari oleh penggemar batu akik. Walaupun batu-batu dengan gambar-gambar tersebut diyakini mempunyai kegaiban tertentu, tetapi sesungguhnya tidak semuanya mengandung kegaiban, karena gambarnya adalah gambar biasa saja yang terbentuk oleh alam. Namun ada juga pengrajin batu imitasi / masakan / adonan yang sengaja membuat gambar-gambar tertentu di dalam batunya.
Ada juga batu mentah yang memiliki lubang (combong) dari atas sampai ke bawah batunya. Ada sebagian orang yang sengaja merekayasa menjadikan sebuah batu menjadi batu combong, sehingga walaupun hasilnya setelah direkayasa itu fisiknya sama dengan batu combong, tetapi aslinya bukanlah batu combong. Banyak orang yang meyakini batu combong itu bertuah pengasihan / pelet, walaupun sebenarnya tidak semua batu combong bertuah seperti itu, karena untuk memastikan apakah tuahnya benar seperti itu harus diperiksa masing-masing isi gaib batunya. Batu-batu combong itu akan benar memberikan tuah pengasihan / pelet jika batu-batu itu di dalamnya berpenghuni gaib, dan sosok gaibnya memberikan tuah itu.
dan dibentuk
Dalam proses pembuatannya, batu mentah itu akan dipotong-potong tipis kira-kira seukuran tebal dan lebar batu cincinnya. Potongan batu mentah itu kemudian diasah menggunakan gerinda batu untuk dibentuk lagi menjadi batu cincin. Setelah menjadi berbentuk batu cincin, akan diasah lagi menggunakan potongan bambu atau langsung digosok menggunakan kertas yang mengandung serbuk intan untuk menjadikan batunya mengkilat.
Kebanyakan batu mentah ketika kondisinya belum diasah, masih dalam bentuk bahan mentah, biasanya kosong tidak berisi gaib, tidak berkhodam. Tetapi sesudah batunya diasah menjadi batu cincin kemudian banyak yang batunya itu di dalamnya dihuni gaib dan menjadi khodamnya.
Karena itu anda bila ingin dengan sengaja mengisi khodam ke batu akik sebaiknya mulai baru dari batu mentah yang diasah menjadi batu cincin. Sesudah jadi, batunya segera disi khodam, karena kalau dibiarkan agak lama batunya akan langsung diisi oleh mahluk halus / khodam.
Ada juga penggemar batu akik yang sengaja mencari batu-batu yang memiliki corak gambar tertentu yang unik dan sengaja dicari yang gambarnya khusus, ada yang gambarnya seperti ular naga, keris, semar, gunung, kuntilanak, pocong, orang sedang sholat, tulisan arab, dsb. Posisi gambarnya bisa di bagian luar batunya, bisa juga di bagian dalamnya. Sesudah itu barulah batunya dibentuk dengan posisi gambarnya mencolok kelihatan. Gambar-gambar yang seperti itu sering dengan sengaja dicari oleh penggemar batu akik. Walaupun batu-batu dengan gambar-gambar tersebut diyakini mempunyai kegaiban tertentu, tetapi sesungguhnya tidak semuanya mengandung kegaiban, karena gambarnya adalah gambar biasa saja yang terbentuk oleh alam. Namun ada juga pengrajin batu imitasi / masakan / adonan yang sengaja membuat gambar-gambar tertentu di dalam batunya.
Ada juga batu mentah yang memiliki lubang (combong) dari atas sampai ke bawah batunya. Ada sebagian orang yang sengaja merekayasa menjadikan sebuah batu menjadi batu combong, sehingga walaupun hasilnya setelah direkayasa itu fisiknya sama dengan batu combong, tetapi aslinya bukanlah batu combong. Banyak orang yang meyakini batu combong itu bertuah pengasihan / pelet, walaupun sebenarnya tidak semua batu combong bertuah seperti itu, karena untuk memastikan apakah tuahnya benar seperti itu harus diperiksa masing-masing isi gaib batunya. Batu-batu combong itu akan benar memberikan tuah pengasihan / pelet jika batu-batu itu di dalamnya berpenghuni gaib, dan sosok gaibnya memberikan tuah itu.
Sebagai
informasi untuk penggemar batu akik, di
Jakarta ada pasar khusus batu akik, yaitu Pasar Batu Akik Rawa Bening.
Lokasinya di seberang Setasiun Jatinegara. Pasar ini selain menjual batu
cincin yang
sudah siap pakai, juga menyediakan jasa untuk mengkilapkan batu dan
mengasah
/ membentuk batu mentah menjadi batu siap pakai. Ada juga toko-toko yang
menyediakan aksesories untuk dijadikan kalung batu dan tasbih, dan ada juga yang menjual keris atau benda-benda antik lain.
Baca juga : Pasar Batu Akik Rawa Bening.
Tips :
Untuk merawat / membersihkan logam cincin anda bisa menggunakan sikat gigi dan odol untuk menggosoknya, tetapi odolnya jangan
yang mengandung herbal atau sari-sari tumbuhan, karena dapat merusak
warna logamnya menjadikannya belang berwarna kehitaman. Penggunaan sikat
gigi dan odol itu juga dapat untuk membersihkan benda-benda logam lain,
seperti jam tangan (yang kedap air), kalung, dsb.
Batu-batu
cincin yang berhawa aura panas, seperti batu mata kucing, tapak jalak
dan kalimaya, pada sebagian orang yang sensitif batu-batu itu dapat
menyebabkan sakit panas dalam yang juga dapat menyebabkannya mudah
mengalami radang tenggorokan, radang saluran pernafasan, sariawan,
kerontokan rambut dan pikiran cepat lelah / penat. Untuk mengurangi efek
hawa aura panas itu dapat dilakukan dengan mencelupkan beberapa saat
sebatas batunya ke dalam air teh tubruk dingin (bukan teh celup).
Ikatan cincin yang terbuat dari emas, perak dan kuningan, sebaiknya jangan dicelupkan / direndam di dalam air kelapa, air
teh tubruk, dan air fermentasi, karena logamnya bisa menjadi berkarat (tiengan), menjadikannya belang berwarna coklat kehitaman / kehijauan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar